“Lo gak akan pernah sadar, kalo lo belom ngerasa kehilangan !!!”
Sebuah petikan kalimat yang diucapkan Ipin (udjo) dalam film Mengejar Matahari.
Ya, kita emang ga akan pernah sadar saat kita belom ngerasa kehilangan. Entah itu barang, hewan maupun orang-orang sekitar kita yang pernah berada atau berguna untuk segala kelangsungan yang sedang kita jalani. Kadang kita tak acuh, cuek, seenaknya, bahkan menghina saat “sesuatu” itu masih ada. Kita emang ga pernah puas, seperti samudra yang terus menuntut sungai untuk mengalirkan air ke dirinya agar tetap menjadi samudra. Tapi apa daya samudra bila sungai tak ada?! Apa mungkin sungai tak ada? Saya rasa tidak..saya cenderung asal.
Sesaat perlu berpikir..merenung bagai gunung dan bergerak bagai ombak.
Apa hebatnya kita hingga tak ambil pusing, bahkan cenderung tak peduli pada hal-hal yang sebenarnya mempengaruhi diri kita secara tak sadar. Apa kita abadi untuk selalu angkuh terhadap hal sekeliling kita. Jawabnya pasti tidak, karena suatu saat kita pasti hilang. Apa ada orang yang sadar saat kita hilang. Kita tak tau. Bukan kuasa kita menjawab. Tapi ada baiknya kita acuh pada mereka. Karena sebenarnya kita pun butuh padanya. Dan setelah mereka hilang, biasanya kita baru sadar, terperanjat, bahkan menyesal…lalu mulai me-rewind segala memori. Satu per satu benang kenangan di kepala mulai muncul keluar berubah menjadi sorban, mungkin juga sampai mengenai mata dan mengeluarkan liquidnya. Bisa jadi bahagia, bisa jadi menyesal. Kita tak harus lunglai. Ini cuma kenangan.
Mungkin kita tak sadar…
Hewan peliharaan pertama kita yang tragis, meski pasti buat kita bahagia saat pertama melihatnya..
Benda-benda tak penting, walau sebenarnya pendukung kinerja kalian..
Bahkan…
Orang-orang yang tak di anggap penting karena perangainya, meski mereka pernah membantu..
Teman-teman yang sekedar lalu lalang, walau peranannya kadang menghibur..
Sahabat-sahabat setia, yang bisa menjadi aneh sewaktu-waktu..
Saudara kandung, yang selalu mengandalkan..
Mungkin orang tua, yang telah jauh pergi meninggalkanmu…
Kita perlu melihat dan penuhi setengah hati kita untuknya.. tak perlu serakah dengan hatimu.. karena kita tak akan pernah utuh memiliki jiwa ini..
Kita, Kamu, Aku, Semua.. milik-NYA… dan tak ada yang kekal..

