Matahari sore mulai habis tertelan rotasi bumi. Sendiri. Diam. Sepi. Hanya bunyi gesekan gorden yang sesekali bergerak karena angin dari luar jendela yang lupa di tutup.
Dinan tersender di tembok kamarnya. Duduk. Lemas. Terkulai. Tak seperti biasanya. Seperti ada sesuatu yang telah menyedot kegembiraan dalam hidupnya.
Ouh ! ini bukan Dinan...BUKAN !!!
Dinan tak seperti ini.......TIDAK MUNGKIN !!!
Dinan itu selalu CERIA ! PENGHIBUR ! PELAWAK ! BADUT !!! dan selalu Tertawa... Ya ! TERTAWA.
Bahkan di saat dia bercerita sesuatu yang seharusnya sedih mengenai dirinya,
Dinan tetap bisa menceritakannya sambil tersenyum dan membuat orang yang mendengarnya malah ikut tertawa !!! hahaha...Dinaaaaan...Dinan...Ckckckck...
Dinan bergerak. Berdiri. Berjalan menuju sebuah tas ransel yang berada di depannya. Sedikit rusuh. Dinan mengambil sebuah buku tulis dari dalam tas. Membuka. Merobek secarik kertas dari buku itu. Ia pun pergi menuju meja belajar. Mengambil pulpen yang telah tergeletak di meja sedari tadi. Lalu Menulis.
“MEREKA HANYA HIASAN !!!!”
Tangan Dinan terhenti seraya melepaskan pulpen di tangannya. Tak ada lagi gairah untuk melanjutkan tulisan itu. Dinan tertunduk. Lesu. Belum ada satu sinar yang menerangi kamarnya. Gelap. Malam telah turun dan membius sisa-sisa matahari.
Euh..Tulisan apa itu ?! Apa maksudnya?! MEREKA ?!! HIASAN ?!! siapa ?!! SIAPA?!!...
DINAaaann !!!!
Dinan kembali menuju tembok tempat ia bersandar tadi dan sedikit tersandung kasur yang telah terkamuflase dalam gelap.
Dinan pun membalikkan badannya, menyerah terhadap tembok yang saat ini dibelakanginya. Badannya menggelincir turun tanpa daya. Dinan masih diam. Lemah. Tak terlihat setitik aura ceria pada dirinya. Sesekali ia memejamkan mata dengan waktu yang agak lumayan lama. Seakan ia menerawang.
MEREKA senang tertawa
MEREKA senang mendengarkanku
MEREKA suka dengan kelakuan bodohku
MEREKA suka aku hibur
MEREKA senang...
MEREKA suka...
MEREKA Berpikir ??!!!
MEREKA pikir aku SELALU riang !!!
TIDAK !!!
TIDAK dengan kelakuan kalian yang pengecut..
TIDAK dengan segala dalih andalan kalian..
TIDAK dengan kelakuan pelit kalian..
TIDAK dengan zona nyaman kalian..
TIDAK dengan kelakuan kalian yang sering mengandalkan orang lain..
TIDAK dengan segala kelakuan kalian yang memuakkan..
MEREKA tak pernah merasa..
MEREKA HANYA HIASAN !!
"Huh..." Napas Dinan terdengar keras.
Dinan mulai membuka matanya. Keadaan masih gelap. Tak terasa ternyata tadi ia tertidur. Keringat pun membasahi tubuhnya. Gerah. Hawa panas memang menyelimuti ruangan kamarnya sejak sore. Dinan tak peduli.
Dinan mulai berdiri. Meraba-raba tembok di belakangnya sembari mencari stop kontak lampu kamarnya.
"ceklek" lampu kamar menyala.
Dinan mengernyitkan matanya. Silau. Sedikit demi sedikit ia mulai membuka matanya, menjaga dirinya tetap fokus.
Tanpa sengaja... " Gusraaaaak...". Dinan menyenggol rak buku di sebelahnya.
Dinan tak acuh. Saat ia ingin berjalan keluar kamar, tiba-tiba ia melihat sebuah buku berada di lantai dengan posisi terbuka. Kemudian Dinan mengambil buku itu dan ia membaca sebuah tulisan:
" Menangis adalah salah satu anugrah tuhan
kepada umatnya agar bisa menghargai perasaannya sendiri"
"Clak..." Sebutir air menetes tepat pada buku yang sedang Dinan pegang.
Bukan keringat, melainkan air mata Dinan sendiri...
0 Responses to 'Mereka Pikir Dinan Selalu Riang..'
Posting Komentar